Cara membaca estimasi RAB
Estimasi ini menggunakan metode harga satuan per m² yang umum dipakai di Indonesia. Angka mencakup material dan upah tenaga kerja, namun belum termasuk biaya lahan, furnitur, lanskap, dan pajak.
Faktor yang mempengaruhi harga
Lokasi: Bali dan Jakarta 10–20% lebih tinggi dari rata-rata nasional karena upah tenaga dan biaya logistik material.
Lantai tambahan: Setiap lantai tambahan menambah ~12% biaya karena kebutuhan struktur kolom-balok lebih kuat.
Tipe konstruksi: Perbedaan sederhana vs mewah bisa 2,5x lipat, terutama pada material dan detail finishing.
Faktor regional: Menggunakan indeks biaya konstruksi daerah berdasarkan data BPS dan HSPK kota setempat.
Komponen breakdown
Struktur & Pondasi (28%)
Galian, pondasi batu kali/pile, sloof, kolom, balok, pelat lantai.
Dinding & Pasangan (21%)
Bata merah/ringan, plesteran, acian, partisi.
Atap (14%)
Kuda-kuda, reng, penutup atap, listplank.
MEP (21%)
Instalasi listrik, air bersih, air kotor, ventilasi.
Finishing (16%)
Lantai, dinding, plafon, kusen, pintu, sanitasi, cat.
Kontingensi (5%)
Buffer untuk ketidakpastian harga, perubahan desain minor, dan kondisi lapangan.
Catatan penting
Dokumen ini adalah estimasi awal. Harga aktual bisa berbeda 15–25% tergantung kondisi lapangan, spesifikasi detail teknis, dan fluktuasi harga material. Selalu minta penawaran resmi minimal 3 kontraktor sebelum memutuskan.